Jumat, 15 Mei 2009

WASPADA DENGAN FLU BABI



Rumah sakit sebagai benteng terakhir bagi penderita, kini juga harus lebih waspada. Kewaspadaan iu muncul karena akhir-akhir ini di dunia khususnya di Indonesia dilanda flu babi. Wabah ini memang hampir sama dengan virus flu burung yang pernah terjadi beberapa waktu lalu. Gejalanya yang dialami oleh penderita juga sama dengan flu biasa seperti panas, batuk, sesak napas,terasa nyeri dan gejala flu lainnya. Meski demikian, pada kasus flu babi ini, penderita yang mengalami flu babi bisa meninggal. Di dunia saja, tercatat hampir 1500 orang meninggal. Wabah itu juga ditengarai sampai di negara Indonesia. Beberapa berita di media massa juga menyebut bahwa ada satu penderita yang diduga suspect flu burung dan sekarang dirawat di sebuah rumah sakit di Solo.

Berkaca dengan hal itu RSI Sultan Agung Semarang sebagai salah satu rumah sakit yang ada di pantura dan menjadi salah satu gerbang masuknya pendatang harus waspada dengan penyebaran flu ini.
Beberapa langkah preventif yang dilakukan oleh pihak RSI Sultan Agung Semarang (RSI SA) adalah dengan menyiapkan ruang isolasi untuk penderita, menyiapkan Alat Perlindungan Diri (APD) dan tentu saja menyiapkan beberapa petugas yang terlatih untuk mencegah penyebaran flu babi.
Dalam hal ini, menurut Dr Fatah Yasin, setiap perawat yang ada di front line harus curiga dengan pasien yang datang dalam kondisi seperti diatas. "Setiap perawat "boleh" curiga terhadap pasien dengan kondisi diatas" ujarnya ketika berdiskusi dengan beberapa perawat dalam acara "sosialisasi dan pencegahan flu babi" di ruang rapat As Syifa, Senin (11/5) lalu.
Dalam acara diskusi yang diikuti oleh beberapa perawat, kepala ruangan dan unsur-unsur penunjang medis itu juga diisi oleh Dr Sri Berdi Karyati, M.Kes. Dokter umum yang juga selaku Kepala Bagian Unit Gawat Darurat (Kabag UGD) RSI SA lebih banyak mengungkapkan bagaimana cara-cara untuk mencegah flu babi. Misalnya, lebih banyak menghindari aktivitas di luar jika memang tidak terlalu penting.

0 komentar: