Rabu, 28 Oktober 2009

WISATA CAMPURSARI RSI SA



Sebagai sarana untuk melepaskan kepenatan yang dialami oleh para karyawan RSI SA, pihak manajemen RSI Sultan Agung (RSI SA) memutuskan untuk memberangkatkan seluruh karyawan dan keluarga besar RSI SA untuk berekreasi ke Jakarta dan sekitarnya. Seluruh karyawan RSI SA ini dibagi menjadi beberapa rombongan. rombongan pertama berangkat tanggal 9-12 Oktober. Giliran rombongan kedua berangkat ke Jakarta pada tanggal 16-19 Oktober. Dan pada 23 - 26 Oktober, giliran rombongan terakhir RSI SA berangkat ke Jakarta.
Pada hari pertama yaitu hari Sabtu, seluruh rombongan baik dari gelombang I,II dan III, diajak untuk mengunjungi Masjid Dian Al Mahri atau yang lebih dikenal dengan masjid Kubah Emas. Di sana rombongan RSI SA diajak untuk melakukan sholat shubuh berjamaah dan mendengarkan uraian singkat dari ustad dari masjid yang kubahnya terbuat dari emas. Di sana, ternyata banyak mrombongan dari RSI SA yang sengaja untuk mengabadikan momen di masjid Kubah Emas dengan berfoto bersama. Mereka seoalah-olah tak ingin kehilangan kesempatan di masjid megah nan mewah. Setelah puas foto-foto bersama, rombongan sempat check in sebentar di sebuah hotel di Jakarta. Di sana, para rombongan berkesempatan untuk mandi dan sarapan. Di hotel tersebut, para rombongan hanya sebentar saja untuk kemudian menuju ke berbagai lokasi wisata, yaitu masjid Istiqlal Jakarta, Sea World dan Dufan. Di masjid Istiqlal yang juga berarti masjid kemerdekaan, para rombongan juga melakukan aksi narsis yaitu dengan foto-foto di berbagai sudur masjid yang dibangun di era presiden Soekarno. Sehabis itu rombongan berangkat ke sea world atau yang jika diartikan adalah dunia laut. Di sini, rombongan sempat melihat aksi dari para penyelam yang memberikan makanan ke ikan-ikan di akuarium besar.
Puas melihat aksi memberikan makanan kepada ikan-ikan, kini giiran rombongan keluarga besar RSI SA menguji nyalinya di berbagai wahana permainan yang ada di Dufan (Dunia Fantasi). Ya, dikatakan menguji nyali karena di wahana-wahana tersebut membutuhkan adrenalin untuk bisa merasakan tantangan yang menghadang. Sebut saja wahana permainan roller coaster, tornado, niagara falls, kora-kora dan masih banyak lagi. Oleh karena itu banyak dari sebagian rombongan yang memilih untuk "berdiam diri" karena takut dengan tantangan tersebut. Ada juga yang memaksakan dirinya untuk ikut bermain di wahana "menyeramkan". Akibatnya, karena terlalu memaksakan diri mereka sempat muntah-muntah. Seperti yang dialami oleh seorang dokter RSI SA, karena memaksakan dirinya bermain di "Kora-Kora", setelah itu dokter wanita tersebut muntah-muntah. Selama hampir 4 jam rombongan di Dufan, tepat jam 19.00 WIB mereka kembali ke hotel untuk beristirahat.
Hari Ahad, rombongan kembali lagi menyusuri jalanan ibukota, sembari melihat gedung-gedung opencakar langit, rombongan tadi menuju ke Taman Safari Bogor. Di salah satu taman safari yang dimiliki oleh Indonesia itu, rombongan RSI SA yang berangkat dengan menggunakan tujuh armada bis melihat berbagai aneka satwa yang ada di Indonesia seperti bekantan, harimau, orang utan dan aneka satwa lain. Setelah mengelilingi areal Taman Safari Bogor, rombongan sempat menuju ke berbagai wahana permainan di sana atau berfoto-foto dengan harimau.
Objek wisata terakhir yang dikunjungi adalah masjid Qaddhafi Islamic Centre yang juga sekaligus menjadi rumah dari ustad Arifin Ilham, hampir sama di masjid Kubah Emas, para rombongan juga melakukan aksi narsis di sudut yang kiranya bagus untuk dijadikan aksi tersebut.
Untuk membeli oleh-oleh buat keluarga di rumah, akhirnya rombongan tadi mampir ke daerah Sadang untuk sekedar membeli oleh-oleh khas daerah barat seperti peyeum, dodol dan kripik tempe. Dan akhirnya, tepat pukul 21.00 WIB setelah mampir di restoran sebentar, rombongan besar menuju ke Semarang. Di semarang yang bertepatan dengan hari senin, seluruh rombongan keluarga besar RSI SA tiba dengan selamat.
Karena wisata yang dilakukan adalah tidak sekedar mengunjungi objek wisata yang "berhubungan dengan kesenangan" melainkan juga mengunjungi objek-objek wisata yang bernapaskan dakwah Islam, maka banyak yang menyebutkan jika wisata ini adalah wisata campursari. Yaitu gabungan antara wisata duniawi dan akhirat.

0 komentar: